Selasa, 28 Februari 2012

Jono Pernah Punya Cita-Cita Jadi Artis,,,

siapa yang ga suka jadi pusat perhatian,, digila-gilai dan di elu-elukan  banyak fans,, (digabung : gila lu, gila lu, gila lu, hahaha).... pasti banyak yang ingin demikian,, saya jadi ketawa memble alias ketawa dower kalau ingat cerita ini yang satu ini,,

...............

kala itu Jono masih SMP, dia sekolah di SMP swasta di kota kecil yang lumayan macet (pikir tuuh...). Jono masih kelas satu kala itu, dengan badannya yang gede, kucel, badek, cruwek, apek dan sebagainya, Jono terpilih jadi ketua kelas di kelasnya,(mungkin sih karena badan Jono gede aja, haha..)

singkat cerita,, Jono udah hampir masuk kenaikan ke kelas dua,, dia mulai disibukkan dengan belajar untuk ujian akhir sekolah,,
hingga akhirnya si Jono pun mengikuti ujian akhir sekolah,,
dan naik kelas,,, :D (ringkas)

namun sebelum liburan sekolah,,sekolah Jono akan mengadakan acara perpisahan untuk siswa kelas tiga,,
dan kejadian yang mampu mengubah mimpi si Jono pun datang,,,

pagi itu pak Chambali, guru seni SMP Jono datang ke ruang kelas Jono. dan tanpa panjang lebar dia memanggil beberapa anak dari kelas Jono, tentunya termasuk Jono.

nampak penasaran wajah Jono, "apakah gerangan yang aku lakukan sehingga aku di panggil pak Chambali." mungkin demikian dengan lebai benak Jono berkata.

sampailah Jono dan teman-temannya diruang guru, di depan meja pak Chambali. tiba-tiba pak Chambali mengeluarkan tumpukan kertas sangat tebal ke mejanya. tanpa panjang lebar dia berkata, Ummayah untuk kamu Jono, Billal untuk kamu Pram, begitu seterusnya ke teman-teman Jono yang lain. dan ternyata kertas-kertas itu adalah tumpukan skenario drama yang berjudul "Billal Bin Rabbah, sang mu'adzin bersuara merdu"..

Jono terdiam, mukanya yang hitam penuh kringat termanyun lesu, ternyata, eh ternyata, Jono mendapatkan peran tokoh antagonis, musuh utama dari Billal sang muadzin bersuara merdu.

sebenarnyaaa, Jono sedih bukan karena dia jadi tokoh antagonis, karena dia paham, dengan wajah dia yang sangar, badan dia yang besar, kulit dia yang hitam, memang sangat pantas untuk jadi pemeran antagonis.hahaha...

lalu, apa yang di keluhkan Jono??

semuanya akan terungkap setajam silet, hahaha... ga deenk,,

ternyata, yang dikeluhkan Jono itu, karena script sekenario nya sangat panjang-panjang dan tebal-tebal,,, Jono pun mengeluhkan itu,, namun pak Chambali meyakinkan dia, sehingga kepercayaan dri nya pun naik lagi.
 "ohh, sepertinya, aku sangat dibutuhkan dalam drama ini, aku harus berusaha sampai titik drah penghabisan" dasaaaaarr, emang lebai Jono.hehehehe....

detik demi detik,, menit demi menit,, jam demi jam,, hari demi hari,, akhirnya terlewati untuk latihan drama tersebut.
dan tibalah saat penampilan Jono.
bersorban dan wajah hitamnya berlukis kumis dan jenggot,, pasti akan ada yang berfikir bila melihat Jono, "ni orang arab, kok ga mancung yaa,, malah gede gitu hidungnya,hahaa.."

tik tok tik tok,,, taaaraaaaaaa,,, drama pun usai,,,

tepuk tangan membahana dari para penonton, bersama teman-temannya, Jono menundukan kepala dan badannya kepada penonton sebagai bentuk penghormatan,, "ternyata, aku mampu.. yah, aku memang mampu." lebaaaai lagiii, hhmmmm.....

beberapa hari kemudian, terdengar kabar, akan ada peresmian gedung baru, dari SD yang yayasannya sama dengan SMP Jono, dan akan langsung diresmikan oleh pemilik yayasan yang adalah mantan mentri pendidikan Indonesia, dan yang menjadi perwakilan SMP untuk tampil di acara tersebut, adalah drama Billal bin rabbah, sang mu'adzin bersuara merdu. dikarenakan bagus.

betapa bahagia Jono mendengarnya, "ternyata aktingku memikat" JONOOOOO!!! jangan lebai !!!

singkat cerita,, acara peresman gedung SD pun telah berlangsung, Jono dan teman-temannya bersiap-siap, menunggu giliran tampil,, jam breganti jam,, namun mereka tak kunjung dipanggil untuk tampil. hingga saat pak mentri pun beranjak pergi dari acara tersebut.

Gurunya Jono dan teman-temannya pun marah, karena mereka tidak jadi tampil di depan mantan mentri, hingga akhirnya mereka semua memutuskan untuk tak jadi tampil dan pergi meninggalkan acara itu.

 malang, malaaang sekali nasib Jono, kasian dia, kasian,,,,

namun, sejak saat itu, Jono menjadi punya mimpi, yaitu jadi ARTIS, hahahaha.... hingga sampai saat dia di kelas tiga dan membuat buku tahunan, diapun menulis cita-citanya menjadi artis, meski karena itu juga dia selalu diledek oleh teman-teman mereka "Cieeeee, Jono artis kita, hahaha"

dasar Jono, aneeeeehhh,,,

sekarang Jono sudah kuliah,
apakah cita-citanya masih ingin jadi artis???
apakah Jono masih lebai??

dasar Jono....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar